Senin, 28 Januari 2008

Kiat Jitu Memilih Perguruan Tinggi


BARU saja pusing akibat UAN yang standarnya tinggi, calon lulusan SMA dihadang masalah yang bikin tambah pusing. Mau ke mana setelah lulus? Yuk, kita pikirkan bareng.

Wadoh... mau nerusin kuliah apa ya

Pertanyaan ini kerap terlontar begitu seragam putih abu-abu siap ditanggalkan.

"Pasti bingunglah, mau masuk apa. Mau milih arsitek, teknik mesin, hukum, atau ekonomi, lulusannya sudah banyak," kata Andri, pelajar kelas tiga SMU Al Azhar Jakarta. Cowok yang hobi mancing ini akhirnya sudah mendaftar ke teknik industri di Universitas Pelita Harapan. Namun, tetap mengharap bisa masuk Universitas Indonesia (UI) Fakultas Teknik Jurusan Perkapalan, sebuah jurusan yang baru dibuka. Itu pun setelah "konsultasi bakat" ke seseorang di Bandung yang bisa melihat melalui tulisan tangan.

Gozi, juara Abang Mpok Bekasi 2003, mengaku punya kesulitan yang sama. Cowok yang duduk di bangku terakhir SMU 2 Tambun ini sudah mengetahui kalau ada banyak jurusan dan bidang studi khusus. "Justru karena banyak cabang dari tiap bidang itu yang bikin pusing. Takutnya salah langkah, bete deh." Dia mengaku saat ini mungkin mau memilih kuliah disain eksterior. Itu pun keyakinannya baru lima puluh persen.

Enggak salah kalau calon-calon lulusan SMA ini bingung. Sebab, yang sudah kuliah pun bisa merasa salah jurusan. Setidaknya itu yang dirasakan Aca, 19 tahun. Lulusan SMU Pembangunan Jaya, Jakarta, ini sudah mengecap bangku perguruan tinggi negeri. Ia diterima di Jurusan Sastra Jepang Universitas Indonesia, namun baru satu semester merasa enggak cocok. Akhirnya, ia memutuskan keluar dan kini sedang mendaftar ke jurusan ilmu komunikasi massa di London School, Jakarta.

"Waktu lulus SMU sudah pasti banget, yakin ambil sastra Jepang. Eh, setelah keterima, rasanya potensiku tidak tergali di sana. Waktu kelas dua SMU kan aku pernah ikut tes bakat, disarankan ambil disain interior atau komunikasi massa. Benar juga setelah merasakan kuliah satu semester, sepertinya jurusan komunikasi lebih menarik. Kayaknya, dulu waktu milih UI karena pengaruh teman."

Ada ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat memilih kuliah, seperti diuraikan berikut.

Dapat perguruan tinggi (PT) yang mutunya bagus memang perlu. Tapi faktor utama yang perlu dipertimbangkan sebelum itu, kita harus tahu apa jurusan yang paling cocok dengan minat dan bakat kita. Kalau enggak, kuliah bisa keteteran. Buat yang selama ini aktif di organisasi atau ekstra kurikuler (eskul), mungkin enggak susah menentukan minatnya. Atau coba minta saran dari orang sekitar, yang mungkin bisa melihat potensi kita.

"Ah, tapi gue nyesel mengikuti kata guru pembimbing. Dari SMP gue sudah minta utak-atik komputer. Malah di tempat les sempat diminta menggantikan ngajar kalau gurunya enggak masuk. Nilai pelajaran gue juga bagus semua buat bidang eksakta, terutama matematika yang berguna banget buat kuliah di jurusan komputer. Tapi waktu konsultasi, guru pembimbing SMU menyarankan gue jangan masuk kuliah komputer. Katanya komputer cukup kursus saja. Gue disarankan masuk arsitek. Memang gue diterima di negeri dan swasta terkenal untuk teknik arsitek, tapi tetap merasa salah jurusan deh," kata Valens menyesal, cowok lulusan SMU DeBritto, Yogyakarta, yang akhirnya berpaling ke dunia IT. Dia terpaksa harus belajar lagi.

Memang faktor utama yang harus dipertimbangkan adalah minat kita. Hampir bisa dipastikan tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika bertentangan dengan minatnya. Saran orang lain boleh dipertimbangkan. Tapi, kitalah yang akan menjalani proses kuliah bertahun-tahun ke depan. Jadi, keputusan tetap di tangan kita.

Untuk yang merasa telat menggali minat selama ini, bisa datang ke lembaga psikologi terapan buat tes minat dan bakat. Arahkan pemilihan perguruan tinggi ke program studi sesuai minat dan bakat. Dari situ, cari info untuk menjajaki kira-kira dari sekian saran, mana yang kita mampu dan enjoy menjalaninya.

Oh ya, jangan cepat tergiur dengan nama besar suatu perguruan tinggi semata, seperti yang dialami Aca di atas. Gali minat dan pikirkan di mana potensi kita bisa berkembang.

Mengumpulkan informasi jurusan yang kita incar itu perlu. Modal nekat hanya akan membuat kita bengong di kampus, enggak ngerti apa-apa. Misalnya, mentang-mentang sekarang zamannya internet, kita main pilih jurusan Sistem Informatika. Sebab, kita merasa hobi bergaul sama komputer. Selama ini senang main games dan utak-atik komputer, dipikir kuliahnya akan seperti itu. Begitu masuk kuliah, dorrr...! Mata kuliah matematika "bertebaran", bikin pingsan kita yang matematika kalkulusnya pas-pasan waktu SMA. Jadi daftar mata kuliah perlu ditelaah, tuh!

Selain memelototi silabus kuliah, yang bisa dipinjam dari senior, Gozi punya cara penjajakan lain. "Gue ikut kursus disain. Rasanya gue minat ke disain, tapi cabangnya kan banyak. Gue jajal saja, ikut disain grafis, disain interior. Selesai enggak selesai, tapi gue bisa mengira-ngira kira-kira gue mampunya di mana, dan lebih senang yang mana. Bisa tanya-tanya juga sama orang yang kerjanya di disain, jadi gue dapat masukan baru." Wah, boleh dicontoh nih.

Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan berbagai komponen biaya. Mulai uang pendaftaran, uang gedung, uang kuliah pokok, uang SKS (satuan kredit semester), uang pratikum, uang ujian, uang jaket, uang buku, uang fasilitas kemahasiswaan. Belum lagi biaya indekos (kalau jauh dari rumah), biaya fotokopi, transpor, dan buku.

Sebelum mendaftar, tanyakan semua biaya yang harus kita bayar dan cara pembayarannya. Ada uang gedung yang boleh diangsur beberapa kali, ada yang bayarnya lebih ringan jika tes masuk kita masuk peringkat atas. Pokoknya masalah biaya ini perlu diperhitungkan semua agar kita tak terancam putus sekolah.

Yang bikin Gozi dan Indra mengerutkan kening ialah prospek pekerjaan setelah lulus. Ada jurusan yang sepi peminat karena dianggap enggak laku. Ada yang untuk masuk kuliah, saingannya (passing grade) ketat. Jangan pesimistis kalau dibilang suatu jurusan sudah kelebihan lulusan (jenuh). Itu bergantung pada kepintaran kita memprediksi dan membuat strategi. Contohnya, walau banyak sarjana hukum, melihat banyaknya kasus hukum yang berani diangkat, makin beraninya orang menuntut hak dan keadilan, terpuruknya perusahaan dan bank sampai artis yang memerlukan penyelesaian hukum, rasanya masuk akal kalau kita tetap ambil jurusan hukum, kalau memang itu minat kita.

Tentu saja kita juga perlu memperhitungkan globalisasi, yang menuntut standar tingkat dunia. Untuk memperkaya bidang, perhatikan kemampuan berbahasa asing (bukan cuma bahasa Inggris), sampai keterampilan teknologi. Pokoknya, asah prediksi untuk mengantisipasi masa depan. Diskusi sama teman-teman dan orang yang ahli membantu kita untuk optimistis mengatur rencana.

Pikirkan reputasi PT yang kita pilih. Apakah secara umum dikenal sebagai PT yang baik? Fasilitasnya lengkap enggak? Kalau perlu cari tempat kuliah yang lulusannya jadi rebutan perusahaan pemakai, atau banyak yang berhasil mandiri. Banyak pengusaha yang senang merekrut lulusan almamaternya.

Untuk soal fasilitas, enggak ada salahnya kita mencoba menanyakan kapan mahasiswa berkesempatan menikmati fasilitas canggih yang disediakan. Jangan-jangan cuma beberapa kali saja, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja.

"Waktu zaman gue kuliah, fasilitas lab jurusan broadcasting payah. Kameranya kuno banget. Tapi yang sekarang sudah canggih sih," kata Dennis, sutradara film Kwaliteit 2.

Buat yang enggak diterima di negeri, status akreditasi merupakan faktor penting dalam menilai perguruan tinggi swasta (PTS) . Sebab, ini menunjukkan mutu PTS dalam menyelenggarakan program studi. Jangan terjebak sama status disamakan dari suatu PTS. Enggak ada istilah PTS disamakan. Yang benar, status akreditasi diberikan pada program studi. Misalnya, suatu PTS punya lima program studi, masing-masing jenjang S-1 dan D-3. Perhatikan mana program studi yang dapat status disamakan, dan untuk jenjang yang mana? Kalau cuma dua dari program studi yang disamakan, bukan berarti PTS tersebut statusnya disamakan.

Apa pentingnya status akreditasi? Status ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, seperti menyelenggarakan ujian negara dan menerbitkan ijazah. Kalau sudah disamakan, mahasiswanya enggak usah lagi ikut ujian negara yang dilaksanakan Kopertis, dan ijazahnya cukup disahkan oleh PTS tempat kita kuliah.

Lalu, karena kualitas keilmuan kita ditentukan juga oleh dosen, perhatikan rasio dosen yang dimiliki. Undang-undang perguruan tinggi mensyaratkan tingkat perbandingan antara dosen tetap dan mahasiswa 1:30 untuk bidang studi IPS, dan 1:25 untuk bidang studi IPA. Sebelum mendaftar, cobalah untuk mencari tahu jumlah dosen tetap di PTS tersebut. Berapa orang yang bergelar S-2, S-3, dan mungkin ada yang sudah bergelar profesor.

Terakhir, pendidikan di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan. Yaitu jalur akademik (jenjang sarjana) dan jalur profesional (jenjang diploma). Jalur akademik menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, yang profesional menekankan keahlian di bidang tertentu. Lulusan diploma dipersiapkan untuk langsung masuk dunia kerja. Jalur akademik masa kuliahnya sekitar delapan semester, sedangkan D-3 enam semester.

Balik pada soal kebingungan Indra, lulusan di suatu bidang mungkin sudah jenuh. Tapi bukan berarti kita enggak bisa berhasil. Langkah awal dimulai dengan memilih kuliah yang tepat. Dengan begitu, separuh keberhasilan sudah di tangan. Ayo, semangat ya!

ITB Berhentikan 200 Mahasiswa

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan setiap tahunnya memberhentikan sekitar 200 orang mahasiswa, karena ketidakmampuan mengikuti proses kegiatan belajar dan mengajar (KBM).

Faktor ketidak mampuan mahasiswa itu banyak terjadi sejak awal tahun pertama kuliah, hingga masa empat sampai lima tahun menempuh proses perkuliahan.

Berdasarkan catatan ITB yang diungkapkan kepada pers di Bandung, Rabu, pada tahun pertama sekitar 150 orang mahasiswa yang dikeluarkan itu merupakan mahasiswa yang masuk melalui jalur Ujian Saringan Masuk (USM).

USM adalah ujian saringan mahasiswa yang dilakukan institusi secara khusus dengan salah satu persyaratannya harus membayar biaya tunjangan pembangunan kampus hingga mencapai Rp 60 Juta.

Sedangkan tingkat 'DO' untuk mahasiswa ITB yang dinyatakan lolos melalui ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) setiap tahunnya tercatat hampir mencapai 50 orang.

Setiap angkatan jumlah mahasiswa S-1 hingga S-3 ITB bisa mencapai 4.000 orang dengan biaya beban pendidikan per tahun bisa mencapai Rp25 Juta, kata Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB, Prof DR Adang Surahman.

Menanggapi masalah tersebut, Presiden KM (Keluarga Mahasiswa) ITB, Dzulqaidah Akbar mengatakan, mayoritas mahasiswa yang dikeluarkan pihak kampus itu banyak terjadi karena lemahnya kekuatan mahasiswa yang bersangkutan untuk mengkiuti proses kegiatan akademik.

Dikatakan, untuk mencegah tingginya angka mahasiswa yang dikeluarkan, pihak KM ITB bersama pihak rektorat telah membuat langkah-langkah tertentu berupa 'early warning' terhadap mahasiswa yang bermasalah dengan akademiknya.

Melalui peringatan dini itu, diharapkannya, setiap mahasiswa dapat segera mecarikan jalan keluar sehingga masih bisa berkuliah di ITB dengan melakukan proses konsultasi bersama pihak-pihak terkait termasuk memberikan bantuan biaya pendidikan bagi setiap mahasiswa yang membutuhkannya.

Selain mahasiswa yang dikeluarkan karena masalah akademik, setiap tahunnya terdapat sekitar 10 orang mahasiswa yang berhenti kuliah di ITB karena lolos seleksi penawaran beasiswa untuk melanjutkan kuliah di luar negri seperti ke Jepang dan jerman, katanya. antara/abi

UNAS 2008 Standar Kelulusan Naik



Kabar yang benar-benar mengejutkan telah diklarifikasi oleh Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP) melalui validasi standar kompetensi lulusan (SKL) UN tahun 2007 yang telah dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, 24 Oktober 2007. Dengan narasumber : Dr. Bambang Suryadi (BSNP) dan Dra. Rahma Julaiha, MA (Puspendik Depdiknas RI). Melalui kegiatan ini telah banyak aspirasi dan pandangan tentang mendadaknya pelaksanaan UN 2008 yang akan dilalui murid-murid SD.

Murid-murid Sekolah Dasar mulai tahun pelajaran ini (2007/2008) akan menjalani Ujian Nasional secara serentak dengan mata pelajaran yang bakal diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Perubahan mata pelajaran Ujian Nasional juga terjadi pada jenjang SMA/MA, jika sebelumnya hanya tiga mata pelajaran, maka tahun pelajaran ini bertambah menjadi 6 matpel. Sementara untuk SMK/ SMALB tidak mengalami perubahan.

Pada tingkat SMP, dari tiga mata pelajaran ditambah menjadi 4 matpel, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pada rencana teknis pelaksanaan UN nantinya, setiap satu hari ujian siswa akan menghadapi dua mata pelajaran yang diujikan, hanya siswa SMP yang mendapat penambahan hari ujian menjadi empat hari yaitu satu hari untuk satu mata pelajaran yang diujikan.

Waktu Pelaksanaan UN 2008 dan susulan setiap Jenjang

SD

13-15 Mei 2008

Bahasa Indonesia, Matematika, IPA

SMP/MTs/SMPLB

5-8 Mei 2008

Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA

SMA/MA

22-24 April 2008

Jurusan IPA : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Jurusan IPS : Bahasa Indonesia, Ekonomi, Bahasa Inggris, Geografi, Matematika, Sosiologi, Jurusan Bahasa : Bahasa Indonesia, Bahasa Asing lainnya, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Antropologi, MA : ditambah dengan Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Tasawuf/ Ilmu Kalam

SMK dan SMALB

22-24 April 2008

Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris

SD

20-22 Mei

SMP/MTs/SMPLB

12-15 Mei 2008

SMA/SMK/SMALB

28-30 April 2008

Kriteria penilaian :

Menurut Dr. Bambang, standar nilai kelulusan untuk setiap jenjang mulai SMA, MA, SMK, SMP hingga SD semua sama, yaitu rata-rata minimal 5,25 dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 (ini kriteria pertama). Khusus untuk siswa SMK nilai mata pelajaran kompetensi keahlian minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN SMK tersebut.

Apabila kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan: boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan lima mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25.

Penambahan mata pelajaran yang diujikan pada tahun 2007/2008 ini karena selama ini BSNP mendapatkan masukan, bahwa ada ketidakseimbangan tingkat keseriusan antara mata pelajaran yang di-UN-kan dengan yang tidak di-UN-kan. Maka perlu adanya keseimbangan dengan penambahan matpel tersebut, sehingga diharapkan siswa juga menyeriusi mata pelajaran yang tadinya dipandang sebelah mata.

Apakah hal ini malah menambah beban pelajar dan membuat angka kelulusan menurun?

Jawabnya diplomatis, “Jika proses belajarnya baik dan siswa serius, maka tidak menjadi beban. Apalagi mata pelajaran tambahan ini tahun lalu diujikan juga dalam ujian sekolah. Yang menjadi beban, bila proses belajar mengajarnya tidak baik, prasarana kurang serta minat dan motivasi siswa untuk belajar kurang, meski mata pelajaran yang di-UN-kan sedikit tetap saja menjadi beban”.

Pelaksanaan UN tahun 2008 yang semula dianggarkan 500 M ternyata dipangkas oleh DPR menjadi 96 M, sehingga perlu dukungan pemerintah daerah untuk melaksanakan UN ini. Maka Pemda dituntut untuk berada di barisan depan dalam penyelenggaran UN di wilayahnya masing-masing karena sudah dimasukkan dalam pos APBD, untuk biaya pelaksanaan UN ini. Selain itu daerah juga memiliki kewenangan dalam menentukan kelulusan siswa, tidak hanya pusat. Sebab pihak terkait di daerah lebih mengetahui keadaan dan kemampuan siswa serta bahan yang harus diujikan kepada siswa tersebut. Karena Pemda juga mengeluarkan dana dalam menyelenggarakan UN 2007/2008 ini, otomatis ada keseriusan pemerintah daerah untuk mempersiapkan UN 2008 jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pelaksanaan validasi SKL ini juga dilakukan di wilayah lain, yaitu di Padang untuk wilayah Sumatera dan salah satu daerah di Indonesia bagian timur selain di Palangka Raya untuk wilayah Kalimantan. Validasi SKL ini merupakan indikator atau ukuran materi soal yang akan digunakan dalam menyusun soal-soal UN.

Program Studi di PTN

Pilihan Program Studi di PTN
1. Program studi di PTN dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok IPA dan kelompok IPS. Setiap kelompok dibagi lagi dalam dua bagian yaitu bagian Kependidikan dan bagian Non-Kependidikan.
2. Setiap peserta ujian yang memenuhi persyaratan dapat mengikuti kelompok IPA saja atau IPS saja atau mengikuti kelompok ujian IPA dan IPS. (Program IPC-Ilmu Pengetahuan Campuran)
3. Setiap peserta ujian yang memilih satu kelompok ujian IPA saja atau IPS saja dapat memilih dua program studi, yang memilih kelompok IPA dan IPS (Program IPC) dapat memilih tiga program studi dengan catatan sedikitnya satu dari kelompok IPA dan satu dari kelompok IPS.
4.

Urutan pilihan menujukan prioritas.

5. Peserta ujian yang memilih satu program studi boleh memilih program studi dari PTN dan rayon manapun.
6. Peserta ujian yang memilih lebih dari satu program studi, salah satu pilihannya harus merupakan program studi dari PTN yang ada di rayon tempat peserta ujian mengambil formulir pendaftaran sedangkan pilihan yang lain dapat merupakan program studi dari PTN di rayon mana saja.

7.

Peserta dapat bebas memilih Program Kependidikan dan Program Non-Kependidikan sebagai salah satu pilihan.

Pendaftaran PTN

Pola Seleksi Mahasiswa Baru

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi sebagian besar lulusan SMU masih menjadi idaman. Selain mutunya yang dianggap lebih baik, biayanya pun relatif lebih murah. Akan tetapi jika dilihat dari tingkat persaingan masuk sangatlah ketat. Jumlah siswa yang berminat masuk PTN lewat jalur UMPTN sangat besar bila dibandingkan dengan daya tampungnya.
Fakta menunjukan bahwa tingkat persaingan dari tahun ke tahun sangatlah ketat. Setiap tahun perguruan tinggi negeri (PTN) hanya mampu menyerap sekitar 14% dari seluruh peserta ujian masuk PTN. Jurusan / program studi yang favorit prosentase penerimaannya jauh lebih rendah lagi. Misalnya jurusan / program studi di ITB (Institut Teknologi Bandung) prosentase calon mahasiswa yang diterima hanya 3,5% dari peserta tes. Fakultas Ekonomi UI (Universitas Indonesia) calon mahasiswa yang diterima hanya 2,5 dari peserta tes. Secara garis besar daya tampung PTN 10 tahun terakhir sebagai berikut :

Tahun Peminat Daya Tampung Prosentase
1990 467.565 64.873 13,87 %
1991 479.709 67.773 14,12 %
1992 436.517 65.183 14,93 %
1993 422.696 61.939 14,65 %
1994 419.747 62.477 14,80 %
1995 427.647 60.720 14,19 %
1996 375.452 63.753 16,90 %
1997 352.446 66.417 18,84 %
1998 365.154 68.649 18,81 %
1999 479.927 72.674 15,14 %

Dilihat dari sistemnya, pola seleksi mahasiswa baru dapat dibedakan dalam 2 sistem, yaitu :


Sistem Seleksi Non Tulis
Pola seleksi ini dilaksanakan oleh beberapa PTN dengan nama berbeda-beda, misalnya ; PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), PBUD (Penelusuran Bibit Unggul Daerah), dan sebagainya. Jumlah calon mahasiswa yang diserap lewat seleksi ujian non-tulis ini sekitar 25 % dari total mahasiswa baru yang akan diterima di suatu PTN.

Adapun prosedur seleksi dan penerimaannya adalah sebagai berikut :

a. Masing-masing PTN mengendarkan formulir ke sekolah-sekolah nominator sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh PTN yang bersangkutan.
b. Sekolah nominator menawarkan kepada para siswa yang dianggap memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi.
c. Sekolah nominator mengembalikan formulir yang telah terisi ke PTN yang bersangkutan dan menunggu seleksi dari PTN yang bersangkutan.

Dasar penerimaan sistem seleksi ini adalah nilai rapor cawu 1 s/d cawu 7.

Sistem Ujian Tulis
Pola seleksi dengan ujian tulis saat ini dinamai UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Hal-hal yang berkaitan dengan UMPTN adalah sebagai berikut :

1. Mata Ujian dan Jumlah Soal
Kemampuan Kuntitatif

Matematika Dasar 30 soal
----------



30 Soal (90 menit)
Kemampuan Verbal
Bahasa Indonesia 35 Soal
Bahasa Inggris 30 Soal
----------
65 Soal (90 menit)
Kemampuan IPA
Matematika IPA 10 Soal
Biologi 15 Soal
Fisika 15 Soal
Kimia 15 Soal
IPA Terpadu 20 Soal
----------
75 Soal (150 menit)
Kemampuan IPS
Sejarah 15 Soal
Geografi 15 Soal
Ekonomi 15 Soal
IPA Terpadu 20 Soal
----------
65 Soal (90 menit)
2. Rayonisasi dan Lintas Rayon

Ujian masuk PTN sepenuhnya dilaksanakan oleh PTN. Akan tetapi dalam rangka mempermudah peserta ujian pelaksanaan ujiannya dikoordinasikan dalam rayon-rayon sebagai berikut :

Rayon A
Meliputi PTN di wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat.
Rayon B
Meliputi PTN di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, DI.Yogyakarta
Rayon C
Meliputi PTN di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya.




3. Lintas Rayon


Peserta yang menempuh ujian pada satu rayon tertentu dapat memilih program studi pada PTN di rayon lain tanpa harus mendaftar / mengikuti ujian di tempat pilihan program studi itu berada, dengan syarat salah satu pilihannya tetap berada di rayon yang bersangkutan mengikuti tes.

BIMBEL LCC-PTC

BIMBEL

VISI

LP3I LCC Pulo Gadung menjadi brand di Jakarta Timur untuk bimbingan belajar yang bisa mengantarkan siswa menjadi pemenang dalam meraih masa depan yang Gemilang

MISI

• Mewujudkan produk jasa bimbingan belajar yang berkualitas dengan cara mencerdaskan anak bangsa secara akademik, emosi maupun spiritual.

• Mensejahterakan karyawan dan tutor.

• Memberi kepuasan dan kebanggaan kepada tutor/karyawan, pelaku manajemen dan investor


OPPORTUTINITIES
LCC – PTC


THINKING FORCE

Metode penyelesaian soal UAS, UN, & SPMB yang didasari pada konsep bahwa: “Setiap soal UAS, UN & SPMB memiliki konsep penyelesaian soal-soal dengan masuk akal dan sesuai dengan cara penyelesaian yang cepat, mudah dan cerdas serta menggunakan rumus-rumus yang mudah diingat.

TARGET SOLVING

• Perangkat yang digunakan sebagai panduan praktis bagi siswa untuk memilih jurusan/program studi di PTN berdasarkan analisis yang lengkap & terpadu yaitu sbb:

• Minat, Bakat, Kepribadian : dari hasil psikotest siswa akan ditentukan jurusan PTN mana yang sesuai dengan karir dominant siswa.

• Standar Nilai Nasional SPMB : dari hasil Nilai Nasional Try Out SPMB siswa yang optimal, akan disesuaikan dengan data standar nasional jurusan PTN di SPMB, sehingga akan diketahui jurusan PTN mana yang siswa memiliki ”kans Besar” untuk lulus.

• Rasio Jurusan PTN : dari beberapa jurusan PTN target akan dianalisis kembali bagaimana keketatan persaingannya, sehingga akan ditentukan 2 atau 3 jurusan PTN yang optimal dan layak dipilih siswa.

PTN-VISION

• Merupakan program pembekalan mental, strategi, informasi, tips-trik sukses UAS, UN, SPMB & masuk jurusan favorit di PTN, dengan bahasan materi sbb:

• Dengan Goal Setting ”PTN Favorite, I’m Coming”.

• Siasat Jurusan PTN optimal

• Keterampilan dan siasat belajar efektif UAS, UN & SPMB

• Sistematika & kecepatan kerja UAS, UN & SPMB

• Panduan Outbound Spiritual

Fasilitas

  • Audio Visual

Audio visual system (sistem Audio Visual) adalah salah satu alat bantu belajar dengan menggunakan media elektronik (Komputer, & LCD).Melalui CD-CD pelajaran LCC, siswa dapat melihat berbagai tayangan materi pelajaran, tayangan pembahasan soal-soal

  • Internet Unlimeted

Tiap kelas di LCC terdapat 1 unit komputer yang terhubung ke internet 24 jam, sehingga siswa dapat mencari informasi-informasi di internet surfing), berkirim email dan chatting dengan sesama pelajar di seluruh dunia, mencari informasi dari internet.

  • Student Card

Tiap siswa yang mendaftar di LCC mendapatkan kartu siswa LCC

  • SMS Motivasi

Motivasi adalah multivitamin dan energi terbesar dalam belajar. LCC secara berkala akan mengirimkan SMS motivasi yang dapat membangkitkan semangat siswa agar tidak pernah lelah dan patah semangat dalam belajar. Jadi SMS ini dapat sebagai suplemen, penambah spirit belajar untuk meraih kesuksesan.

  • Education Softwer

Software-software pelajaran dalam bentuk VCD dan Compact Disc (CD) yang terdiri dari CD simulasi SPMB, CD pembahasan soal-soal SPMB per rayon dan per bidang studi serta CD simulasi Try out LCC.


  • Free Consultasi

Tiap siswa LCC mendapatkan hak untuk berkonsultasi dengan tim konsultan LCC konsultasi dapat dilakukan dengan menemui langsung konsultan di LCC setiap siswa juga akan mendapatkan materi tambahan dari 4 x pertemuan, berupa : Motivasi Belajar, Mind Mapping,Proses Mengingat,Berfikir Kreativ dan Time Management

  • Pembimbing Akademik

Idealnya setiap siswa dapat lulus ke program studi di PTN favoritnya. Untuk memperkenalkan profil PTN, program studi dan prospek kerjanya, setiap kelas LCC didampingi oleh seorang PA. .

  • Alfa Class

Penelitian terbaru tentang akselerasi dalam proses pembelajaran adalah melibatkan seluruh bagian otak secara menyeluruh seperti fisik, pikiran, indra dan emosi. Bahkan menurut Profesor Diamond, rahasia terdalam bagi proses pembelajaran di otak adalah kesiapan pembelajar (siswa) untuk menerima informasi, dan itu terjadi jika otak dalam keadaan relaxed alertness (waspada yang relaks), yaitu pada kondisi alfa. Hasil pengukuran dengan mesin EEG, otak dalam kondisi alfa mempunyai gelombang elektro magnetik 8-12 cps (cycle per second), suatu kondisi ideal untuk belajar (optimum learning state),sehingga proses KBM lebih optimal.

  • Try Out & Report

Untuk mengukur perkembangan belajar siswa,Jumlah tipe, dan tingkat kesulitan soal serat pengawasannya disesuaikan dengan kondisi ril SPMB dan juga dibekali dengan soal SPMB 10 tahun terakhir yang dikemas dalam bentuk diktat hasil try out akan dilaporkan secara berkala kepada orang tua sehingga perkembangan siswa/i dapat di pantau selama mengikuti bimbingan di LCC

  • Out Bond Spritual

Program yang bertujuan untuk pembinaan mental, leadership dan agama

Brilliant Class

Sukses dibangun dengan kerja keras. Setiap siswa, tanpa kecuali, jika menginginkan mendapat nilai bagus di UN ‘08 dan lulus seleksi di 5 PTN favorit harus mempersiapkan dari jauh hari. Proses belajar tidak bisa instant. Memahami semua materi pelajaran membutuhkan proses. Apalagi mendapatkan nilai terbaik di sekolah dan lulus di 5 PTN favorit butuh keyakinan, lingkungan dan kerja keras. Membangkitkan keyakinan siswa, memberikan lingkungan belajar yang memadai, dan kerja keras siswa adalah jaminan mendapatkan prestasi puncak.

Setiap siswa brilliant. Setiap siswa akan sukses secara akademik jika mau membayar harganya. Berbekal dengan SDM yang memadai, tutor yang terbaik, tim konsultan dan lingkungan belajar yang bagus, LCC akan memberikan pelayanan belajar secara total, baik dalam bentuk kelompok maupun individual. Berpegang pada komitmen mendasar proses pembelajaran secara maksimal tersebut, LCC berani memberikan GARANSI berupa jaminan siswa masuk di 5 PTN dan fakultas favorit.


Character Class

  • 15 siswa per kelas, jumlah ideal terselenggaranya microteaching & Kelas dengan full multimedia
  • Placement test, menggolongkan siswa berdasarkan kemampuan dasar yang dimiliki.
  • Gratis CD interaktif pembelajaran & Try Out, untuk belajar mandiri.
  • Klinik belajar, setiap siswa dapat datang di luar jam belajar di LCC setiap hari, 6 jam dalam seminggu, berkonsultasi tentang kesulitan belajar dengan tutor & PA yang telah disediakan.
  • Mendapatkan materi teknis pembelajaran ESQ & Sempoa seperti cara mengingat dan menghapal cepat, mind mapping, dll.
  • Mendapatkan materi motivasi dan THMMD ( Tehnik Hidup Merekayasa Masa Depan) seperti manajemen waktu, menggapai impian, strategi sukses di 5 PTN favorit, dll.
  • Konsultasi pemilihan program studi di 5 PTN favorit sesuai bakat dan minat siswa.

PROGRAM

INTENSIF UJIAN NASIONAL

Adalah program belajar sebagai persiapan total menghadapi Ujian Nasional. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Konsultasi, dan Outbound Spiritual.

INTENSIF SPMB

Adalah program belajar sebagai persiapan total menghadapi SPMB. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Simulasi SPMB, Konsultasi, dan Outbound Spiritual.

UJIAN NASIONAL GUARANTEE

Adalah program belajar dengan jaminan peserta Lulus Ujian Nasional [jaminan tertulis] dengan menu belajar khusus, antara lain :
– KBM yang diisi oleh mentor-mentor senior
– Satu kelas diisi maksimal 10 orang
– Pendamping oleh pembimbing akademik khusus

EXCLUSIVE INTENSIF CAMP

Adalah program pengasramaan satu bulan sebagai persiapan total menghadapi SPMB. Kegiatan ini diisi dengan KBM, Simulasi SPMB, Konsultasi, Outbound Spiritual.

PTN FAVORITE GUARANTEE

Adalah program bimbingan belajar dengan jaminan peserta diterima PTN favorit [jaminan tertulis] dengan menu belajar khusus, antara lain :
– Psikotest, Test Gaya Belajar dan Placement Test
– KBM yang diisi oleh mentor-mentor senior
– Satu kelas diisi maksimal 5 orang full privat
– Pendamping oleh pembimbing akademik khusus
– Diikut sertakan dalam semua kegiatan LP3I LCC

PRIVATE

Program bimbingan pribadi dengan layanan guru datang ke rumah [In House Training] minimum 12 sessi dan materi pelajaran disesuiakan dengan kebutuhan siswa atau system paket dari LP3I LCC. Program ini terdapat dua pilihan yaitu Privat Perorangan [satu guru dengan satu siswa] dan Privat Kelompok [satu guru dengan maksimal 5 siswa].

PROGRAM REGULER

Program Target

3, 4, 5 SD

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses Ujian Semester & Naik Kelas
- Berprestasi di Sekolah

6 SD

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses UAS & memperoleh SMPN favorit

- Sukses Kelas Akselerasi
- Berprestasi di Sekolah

7, 8 SMP

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas
- Berprestasi di Sekolah

9 SMP

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses UAS, UN

- Memperoleh SMAN favorit

- Sukses Kelas Akselerasi

- Berprestasi di Sekolah

10 SMA

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas - Sukses Kelas Akselerasi

- Suskses PMDK
- Berprestasi di Sekolah

11 SMA

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses Ulangan Blok, Semester & Naik Kelas
- Berprestasi di Sekolah

12 SMA

- Sukses Ulangan Harian
- Sukses Ulangan Blok, UAS, UN
- Sukses SPMB & Ujian Masuk PTN

Selasa, 15 Januari 2008

Cita-Cita Masuk STAN

Buat kamu-kamu yang pengen banget masuk STAN kami LCC PTC Pulogadung mengadakan kerjasama dengan STAN menyelenggarakan Bimbingan Belajar untuk persiapan Ujian Nasional & Masuk STAN,

Buat yang Pengen Bergabung Ade -ade dapat Menghubungi LCC-PTC Pulogadung di

Mall Pulogadung Trade Center
Blok B31-32 Jakarta Timur
Telp : (021)4683-4406
www.lcc-ptc.com

KALO SUDAH ADA YANG JELAS KENAPA MUSTI CARI YANG NGGA JELAS