Sabtu, 24 Mei 2008

SPMB Menolak Diaudit


Filed under: Info SMPTN

Senin, 17 Maret 2008 | 18:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Inspektur Jenderal Departemen Pendidikan Nasional M. Sofyan menyatakan Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) menolak diaudit karena menganggap lembaga itu independen yang berbadan hukum.

Penolakan itu disampaikan ketika inspektor melakukan pemeriksaan terhadap Perhimpunan SPMB itu pada Februari lalu, menyusul pemeriksaan ke Universitas Udayana, Bali dan Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara pada tahun lalu."Perhimpunan tak mau diaudit," ujarnya kepada Tempo di kantornya, Senin (17/3)

Karena tidak dapat mengaudit, lanjut dia, inspektorat tidak dapat mengetahui isu ketidakberimbangan dana yang diwacanakan oleh 41 perguruan tinggi yang memutuskan keluar dari Perhimpunan SPMB pekan lalu.

Sebagai gambaran, menurut Sofyan, Perhimpunan SPMB mengumpulkan dana sebesar Rp. 62,3 miliar tahun lalu. Dana itu didapat dari penjualan 121.599 lembar formulir pendaftaran Ilmu Pengetahuan Alam, 165.077 formulir pendaftaran Ilmu Pengetahuan Sosial, dan 110.386 formulir pendaftaran Ilmu Pengetahuan Campuran.

Kisruh yang terjadi, tambah Sofyan, telah membuat masyarakat resah dan bingung. Untuk itu ia mengharapkan Perhimpunan SPMB bersedia mengubah tata kelola keuangan dan menjadi penyedia jasa untuk perguruan tinggi yang akan menseleksi mahasiswanya. "Jadi, semua sama kecuali dana yang harus masuk ke kas negara," katanya.

Pangeran Charles Kutilan


Pangeran Charles dengan bekas operasi di bagian kanan atas hidungnya.
Sabtu, 24 Mei 2008 | 18:21 WIB

LONDON, SABTU - Kutil memang tak pandang bulu kalau sudah berniat mengganggu. Bahkan orang sekaliber Pangeran Charles pun diserangnya. Jumat (23/5) kemarin ia menjalani operasi kecil untuk mengusir si kutil.

Sebenarnya operasi ringan itu tidak dipublikasikan. Hal itu baru dibuka setelah Charles terlihat dengan plester kecil menempel di sisi kanan atas hidungnya saat hadir dalam upacara penanaman pohon.

Clarence House, kediaman resmi Charles, menolak membicarakan hal yang mereka anggap sebagai prosedur bedah ringan dan dianggap sebagai urusan rutin. Diyakini, operasi kutil itu dilakukan juga di Clarence House, tempat ia menemui Dalai Lama beberapa saat sebelumnya.

"Ini sangat, sangat, sangat kecil," kata seorang pejabat tentang operasi kecil itu kepada Daily Mail.

Pengamatan teliti atas foto-foto wajah Charles tidak menunjukkan daging tumbuh yang jelas, kutil, atau kulit yang terkelupas, meski ada sebagian kulit belang. Charles pun tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.

Di luar operasi Charles itu, keluarga kerajaan Inggris memang punya sejarah mengusir kutil dari wajah mereka. Ayah Charles, Pangeran Philip atau Duke of Edinburgh, yang menghilangkan daging kecil di hidungnya pada 1996. Sedangkan pada Januari 2003, Ratu Elizabeth II juga mencungkil tumor jinak kecil di wajahnya.

Rektor Undip: Jalur Resmi Nasional Hanya SNMPTN

SEMARANG, SENIN- Jalur resmi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang dilakukan secara nasional hanya melalui Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN. Hingga kini, sebanyak 56 Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia telah berkomitmen memakai SNMPTN.

"Termasuk Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Ut ara, dan Universitas Hasanuddin. Sejak kesepakatan para rektor untuk tidak lagi menggunakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) beberapa waktu lalu, SNMPTN merupakan seleksi masuk satu-satunya secara nasional," jelas Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Susilo Wibowo di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/5). Undip juga merupakan koordinator wilayah tengah yang meliputi Jateng, DIY, dan Kalimantan.

Sebelumnya, Ketua Regional II Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Prof Eko Budihardjo menyatakan, Ujian Masuk Bersama SPMB akan digelar di lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Untuk sementara, PTN yang sepakat menggunakan jalur Ujian Masuk Bersama yakni Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Hasanuddin Makassar.

Menurut Prof Eko, kesanggupan kelima PTN tersebut menggunakan SPMB dilandasi pengalaman Perhimpunan SPMB dalam menyelenggarakan ujian masuk secara nasional. Pendaftaran UMB akan dimulai dari tanggal 27 Mei hingga 4 Juni 2008. Hasilnya akan diumumkan 21 Juni 2008.

Menanggapi hal tersebut, Prof Susilo menilai, pelaksanaan Ujian Masuk Bersama (UMB) SPMB tidak lebih dari sekadar seleksi internal universitas. Hanya saja, pe laksanaan ujian masuk tersebut diselenggarakan secara serentak dan saling berkoordinasi antar lima universitas tersebut.

"Jadi jangan mengatasnamakan SPMB secara nasional. Sudah jadi keputusan bersama dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, bahwa pelaksanaan seleksi nasional hanya SNMPTN," jelas Prof Susilo.

Mengenai permohonan permintaan soal kepada Pehimpunan SPMB, Prof Susilo membenarkan hal tersebut. Namun, permintaan soal tersebut hanya sebatas informasi. Undip, misalnya, tetap akan menggunakan soal-soal yang diproduksi secara mandiri.

"Bahkan, awalnya, Perhimpunan SPMB meminta biaya Rp 5,4 miliar untuk delapan paket soal. Setelah Dikti memberi ultimatum, akhirnya mereka (Perhimpunan SPMB) memberi empat paket soal gratis," kata Prof Susilo. (A05)

Labs Project 2008


Sekali lagi SMA Labschool Jakarta mengadakan Pensi yang sudah menjadi kegiatan tahunan angkatan. Labs Project 2008 yang diketuai oleh Aji ini berlangsung meriah dan menarik banyak penonton. Sekitar 5000 penonton tampak memadati Istora Senayan hari Sabtu kemarin, 29 Maret 2008.

Pensi yang didukung penuh oleh POMG dan WOTK SMA Labschool Jakarta dan disponsori oleh Perusahaan Gas Negara, Fruit Tea, Meta Epsi, Prambors dan lain-lain ini dimulai oleh beberapa band pembuka pada sekitar pukul 2 siang. Penonton yang belum terlalu padat nampak duduk-duduk di tribun yang berada di kiri kanan panggung, menikmati suasana yang masih terlihat tenang. Para panitia yang berseragam kuning terlihat berjaga-jaga di sekitar pintu B1 dan B2 yang menjadi pintu utama sore itu dan di sekitar panggung. Yang lain tampak sibuk mengurusi konsumsi, dokumentasi, kesehatan, wartawan maupun bintang tamu yang akan tampil pada acara puncak. Sekali-sekali mereka berkomunikasi melalui walkie-talkie sehingga kerja mereka tetap terorganisir. Duo MC Andari dan Abidin dari Prambors tampak asik berdialog dengan penonton dan berbagi hadiah dengan penonton yang dapat menjawab kuis yang mereka berikan.

Menjelang sore, penonton mulai tampak berdatangan dan dengan tertib masuk ke dalam Istora setelah panitia melakukan body searching. Satu persatu penonton diperiksa baik tas dan badannya untuk mencegah masuknya rokok, lighter, benda tajam, botol air mineral, dan semua benda yang dicurigai dapat memicu kekacauan di dalam Istora. Pemeriksaan yang berlangsung tertib ini tentunya menjadi hal yang sangat membanggakan mengingat setiap penonton mengerti maksud baik panitia ini. Dan panitia patut diacungi jempol karena mereka berhasil melakukannya dengan baik. Tentunya hal ini tidak lepas dari bantuan siswa-siswa kelas X yang berbadan kekar yang stand by di setiap pintu masuk.

Setelah break shalat Maghrib, tampil duo Ari Daging dan Desta, pembawa acara yang sudah cukup sering tampil pada acara yang diadakan SMA Labschool Jakarta. Setelah Santa Monica tampil dengan lebih dari 5 lagu, Labs Performance menggebrak istora dengan menampilkan tarian dan perkusi. Tari Saman membuka sesi ini diikuti oleh Japin, Modern Dance, dan Kolaborasi Tari tradisional dan Perkusi. Penampilan memukau dari anak-anak Labschool ini mngundang decak kagum para penonton yang semakin memadati Istora. Kegiatan Pensi ini mencapai puncaknya ketika RAN dan NAIF menutup malam itu dengan penampilan mereka sebelum akhirnya penonton meninggalkan lokasi dengan aman dan tertib.

Selamat untuk OSIS Ganadipa Satyasatama dan angkatannya atas prestasi ini!! (Ira Fasa)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA


Membaca artikel berbahasa Inggris tanpa terlalu sering membuka kamus sangatlah mengasyikkan. Kita membaca bacaan-bacaan berbahasa Inggris selancar kita membaca bacaan-bacaan berbahasa Indonesia.

Sekarang ini, tidak bisa dipungkiri bila kita ingin selalu mendapatkan informasi terbaru dalam bidang apapun, mau tidak mau kita harus berhadapan dengan bacaan-bacaan berbahasa Inggris. Hal ini dikarenakan informasi sekarang begitu cepat dan sangatlah tidak efisien untuk selalu menerjemahkan semua informasi ke dalam Bahasa Indonesia terlebih dahulu. Seperti informasi yang ada di internet, buku-buku di program pendidikan tinggi seperti di program magister atau doktoral, jurnal-jurnal ilmiah masih banyak yang menggunakan Bahasa Inggris; bahkan buku-buku kedokteran, managemen, akuntansi, tehnik, perhotelan, keperawatan masih sangat banyak yang berbahasa Inggris. Untuk menerjemahkan satu per satu dari buku-buku itu ke dalam Bahasa Indonesia, sangatlah tidak efisien dan memakan waktu, dengan demikian banyak buku yang dijual seperti apa adanya, yaitu berbahasa Inggris.

Menyikapi kondisi tersebut di atas, memang nampaknya tidak ada pilihan lain selain meningkatkan kemampuan dan kecepatan membaca kita, dalam Bahasa Inggris khususnya. Ya, kemampuan dan kecepatan membaca bacaan berbahasa Inggris harus ditingkatkan ! Lalu timbul pertanyaan :"Bagaimana caranya ?" Mari kita telaah beberapa metode yang ada.

1. Jangan terlalu mudah membuka kamus.

Tindakan yang perlu anda lakukan pertama ialah : "membaca bacaan berbahasa Inggris". Jangan pernah takut bahwa di awal-awal aktifitas anda membaca bacaan berbahasa Inggris anda mengalami berbagai kesulitan. Hal itu adalah biasa. Yang terpenting jangan pernah anda berhenti membaca hanya dikarenakan anda kesulitan mengerti bacaan yang sedang anda baca.

Agar dalam proses membaca anda mengalami kemajuan yang berarti (dari agak kesulitan, sedikit kesulitan, hingga tidak ada kesulitan sama sekali) hal yang sangat baik anda lakukan saat membaca bacaan berbahasa Inggris ialah jangan terlalu sering membuka kamus. Tahan diri anda untuk tidak membuka kamus saat menghadapi kata-kata yang tidak anda mengerti. Coba anda usahakan untuk menerka arti kata tersebut dengan melihat konteks kalimatnya secara keseluiruhan. Anda coba pahami arah pembicaraan suatu kalimat dengan seksama lalu anda terka kata-kata yang anda tidak mengerti sehingga anda tidak perlu membuka kamus untuk mengetahui arti kata tersebut. Kalau anda sudah merasa benar-benar tidak mengerti dan merasa sudah mentok, barulah anda buka kamus anda.

Metode di atas sangat besar manfaatnya untuk menghemat waktu dan tenaga. Coba anda bayangkan bila untuk membaca satu halaman buku saja anda membuka kamus sebanyak 10 kali. Kalau buku tersebut terdiri dari 100 halaman, maka anda akan harus membuka kamus sebanyak 1000 kali. Suatu perkerjaan yang melelahkan bukan? Berapa waktu yang diperlukan untuk membaca satu buku?

2. Biasakan membaca cerita atau artikel berbahasa Inggris.

Pembiasaan adalah cara yang paling manjur untuk mengasah terus kemampuan membaca bahasa Inggris anda. Dengan pembiasaan maka otak dan mata kita akan mempunyai memori yang baik. Ingat seorang pilot? Kemampuan dan keahlian terbang seorang pilot ditentukan oleh banyaknya jam terbang yang dia lakukan. Semakin banyak jam terbangnya, maka pilot tersebut bisa dikatakan lebih mahir dalam menerbangkan pesawat. Demikian juga dengan membaca. Semakin banyak membaca maka kita akan semakin mudah mencerna maknanya.

Sempatkan untuk membeli buku, majalah, atau koran yang berbahasa Inggris. Jika anda sebagai orang tua, alangkah bijaksananya memperkenalkan anak-anak anda buku-buku cerita yang berbahasa Inggris sejak dini. Dengan demikian mereka secara tidak sengaja akan terkondisi dengan bacaan berbahasa Inggris sehingga kelak mereka dewasa tidak akan mengalami kesulitan membaca bacaan-bacaan berbahasa Inggris yang lebih berat.

3. Cari partner dan ikuti kursus Bahasa Inggris.

Memiliki partner untuk meningkatkan kemampuan membaca kita cukup penting, karena melalui partnerlah kita akan mengetahui kekurangan-kekurangan kita. Dengan keberadaan partner maka kita akan terpacu untuk mengerti apa yang kita baca dengan adanya sesi tanya jawab atau diskusi. Selain itu keberadaan seorang partner juga penting untuk saling menjaga motivasi agar terus membara.

Tempat yang sangat baik untuk mendapatkan partner ialah di tempat kursus. Mengapa? Karena di tempat kursuslah berkumpulnya orang-orang yang mempunyai motivasi yang sama dibantu dengan arahan dari seorang pengajar.

Seorang pengajar yang baik akan mengarahkan para peserta kursus untuk membaca bacaan yang sudah terstandarisasi sesuai kemampuan peserta kursus. Sebagai misal, untuk tahap awal dipilihkan bacaan dengan jumlah kata-kata per bacaan sejumlah 250 – 300 kata. Lalu meningkat menjadi 300 – 400 kata, 600 – 700 kata hingga lebih dari 800 kata per bacaan. Di kursus Bahasa Inggris anda juga akan dilatih meningkatkan jumlah daftar kata-kata Bahasa Inggris yang anda ketahui.

Semoga bermanfaat. Selamat mencoba.

Nur Arifah Drajati, S.Pd

PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA KEDUA

Nur Arifah Drajati

PENDAHULUAN
Belajar bahasa kedua bagi seseorang membutuhkan beberapa hal yang mendukung dalam proses belajar bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah faktor motivasi, strategi belajar siswa, dan juga peran guru memegang peranan penting dalam mensukseskan seseorang dalam belajar.
Ada suatu cerita bahwa ada seorang yang sangat cerdas, dia bisa belajar secara otodidak tentang belajar bahasa Inggris. Suatu saat, dikarenakan ada kesalahan sedikit yang dia buat sehingga nilainya berkurang dua, dia sangat kecewa kepada gurunya, motivasi dia belajar bahasa Inggris menurun. Sehinga sampai sekarang prestasi siswa tersebut mengalami penurunan.
Gambaran diatas adalah suatu gambaran nyata di suatu institusi pendidikan di Indonesia dimana siswa wajib untuk belajar bahasa tersebut.
Dengan adanya makalah ini, penulis berharap, ada beberapa hal yang dapat dipelajari bagi penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.
PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU
DALAM BELAJAR BAHASA KEDUA
Terdapat beberapa faktor yang berkaitan dalam mempelajari bahasa kedua dan hal ini terkait dengan pembelajar sebagai pelaku langsung dalam proses pembelajaran ini. Pertama adalah motivasi. Motivasi siswa dalam belajar bahasa kedua sangat menentukan seseorang dalam proses belajarnya. Motivasi ini yang membedakan seseorang akan berhasil atau gagal dalam belajar bahasa kedua. Terdapat berbagai macam motivasi. Ada yang belajar bahasa kedua karena bahasa kedua tersebut merupakan pelajaran wajib untuk ujian nasional, seseorang belajar bahasa karena ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yang membutuhkan persyaratan bahasa kedua, atau belajar bahasa kedua untuk dapat tinggal atau bertahan hidup di negara dimana bahasa tersebut merupakan bahasa komunikasi. Apapun motivasi pembelajar yang mendukung pembelajar, motivasi sangat berperan dalam mempermudah ataupun mempercepat proses belajar bahasa kedua.
Definisi motivasi menurut kaum behavioristik dalam Brown (2001:73) adalah suatu kekuatan antisipasi. Kekuatan ini diperlukan bagi pembelajar dalam menjalani proses belajar bahasa kedua dimana kekuatan inilah yang akan mengarahkan pembelajar atas tujuan dan usaha yang akan dilakukannya.
Menurut Finegan (2004:560) terdapat 2 macam motivasi pembelajar dalam belajar bahasa kedua. Pertama, motivasi pelengkap (instrumental motivation). Motivasi ini mendukung pembelajar dalam membantu proses belajar bahasa kedua dengan cara pembelajar membaca buku-buku ilmu pengetahuan, menyanyi atau menonton film dengan materi bahasa kedua. Motivasi ini hampir dimiliki oleh setiap pembelajar bahasa kedua karena motivasi ini hanya memerlukan sedikit rangsangan dari luar untuk belajar bahasa kedua tanpa berhubungan dengan komunitas dengan pengguna bahasa kedua. Sebagai misal adalah pembelajar adalah siswa SMA. Dia belajar bahasa Jepang sebagai bahasa keduanya untuk mendapatkan nilai laporan hasil belajar. Pembelajar ini dapat mempelajari bahasa Jepang ini melalui tarian dan buku-buku pengetahuan tentang Jepang.
Motivasi kedua adalah motivasi keseluruhan (integrative motivation). Motivasi in sangat berbeda dengan motivasi yang pertama dimana motivasi ini lebih kuat bagi pembelajar untuk belajar bahasa kedua. Hal ini dikarenakan pembelajar langsung terjun ke komunitas pengguna bahasa kedua. Mau tidak mau pembelajar dihadapkan dengan masyarakat yang menuntut pembelajar untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa kedua. Sebagai misal adalah seorang Indonesia yang menikah dengan orang dari Jerman dan orang Indonesia tersebut dibawa ke Jerman. Orang Indonesia tersebut mau tidak mau harus belajar bahasa Jerman dengan budayanya. Inilah yang dinamakan dengan motivasi secara keseluruhan.
Faktor kedua yang berperan dalam belajar bahasa kedua adalah strategi belajar. Strategi belajar merupakan tahapan bagi pembelajar bahasa kedua dalam menjadikan mereka agar aktif dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Tahap ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Dengan strategi belajar yang tepat akan menghasilkan kemampuan berbahasa kedua yang lebih baik dan meningkatkan percaya diri.
Menurut Oxford (1990:8), strategi belajar adalah suatu cara yang digunakan pembelajar dalam pemerolehan, penyimpanan, percobaan, dan pemanfaatan atas informasi yang didapat. Ditambahkan pula bahwa strategi belajar merupakan suatu aktifitas yang dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, lebih cepat, lebih menyenangkan, lebih terarah, lebih efektif, dan lebih mudah untuk digunakan dalam situasi baru.
Terdapat dua cara dalam pemanfaatan strategi belajar bahasa kedua menurut Oxford (1990: 14). Pertama adalah Strategi belajar langsung (direct strategy) dan Strategi belajar tidak langsung (indirect strategy).
Strategi belajar kedua secara langsung melibatkan bahasa target. Strategi belajar ini terbagi dalam tiga strategi, yaitu strategi memori, strategi kognisi, dan strategi kompensasi (Oxford, 1990: 37). Strategi memori atau pengingatan telah digunakan ribuan tahun dalam belajar bahasa. Dalam proses belajar bahasa kedua, strategi ini mencakup belajar kosakata, pemanfaatan gambar-gambar dalam belajar bahasa kedua, dan termasuk didalamnya adalah strategi belajar bahasa kedua dengan suara atau gerakan.
Strategi kognisi adalah strategi yang penting dalam mempelajari bahasa kedua. Strategi ini sangat bervariasi dari pengulangan sampai pada aktifitas merangkum. Para pembelajar sering tidak dapat memahami pentingnya strategi ini. Dengan kegiatan belajar menggunakan strategi ini, pembelajar akan lebih memahami tentang bahasa kedua baik secara tertulis maupun percakapan.
Strategi ketiga dari strategi belajar langsung adalah strategi kompensasi. Strategi belajar ini sangat bermanfaat bagi pembelajar yang sedang belajar sedikit tentang bahasa kedua. Terkadang, dengan keterbatasan kosakata dan pengetahuan tentang bahasa kedua, pembelajar akan panik, tidak dapat bicara atau bahkan sering sekali melihat kamus untuk memastikan kata yang tepat. Dengan strtaegi belajar kompensasi, pembelajar bahasa kedua dapat menggunakan strategi menerka kata atau tata bahasa dan juga dapat menggunakan bantuan, bahasa tubuh, menghindari topik pembicaraan yang tidak dikuasai, dan juga dapat menggunakan persamaan kata.
Strategi belajar secara tidak langsung (indirect strategy) juga memegang peranan penting dalam belajar bahasa kedua. Hal ini disebabkan adanya faktor –faktor yang berhubungan dengan pembelajar pada saat belajar bahasa kedua. Faktor-faktor tersebut berhubungan dengan kognisi, afektif atau perasaan pembelajar, dan faktor sosial pembelajar. Faktor-faktor ini menjadi strategi belajar bahasa kedua.
Strategi metakognisi adalah strategi tidak langsung belajar bahasa kedua. Strategi ini menekankan akan pentingnya pembelajar untuk memusatkan konsentrasi belajar bahasa, menyusun dan merencanakan belajar bahasa, dan mengevaluasi cara belajar bahasa tersebut. Terkadang, pembelajar sibuk dengan materi belajar saja tanpa menyadari bahwa strategi belajarnya seharusnya diubah atau diperbaiki dengan melihat hasil kemajuan belajarnya. Dengan strategi metakogisi ini, pembelajar akan menyadari bahwa strategi belajar bahasanya sudah tepat atau belum. Dalam hal ini pembelajar dapat mengevaluasi sendiri atau dapat berkonsultasi dengan guru atau mentor dalam mengevaluasi hasil belajarnya.
Strategi kedua dari strategi belajar bahasa secara tidak langsung adalah strategi afektif. Strategi belajar ini mencakup emosi, sikap, motivasi, dan nilai –nilai dalam proses mempelajari bahasa kedua. Terdapat beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pembelajar untuk mencapai hasil yang memuaskan dalam belajar bahasa kedua. Menurut Oxford (1990:141) terdapat tiga cara dalam memanfaatkan strategi afektif ini dalam belajar bahasa kedua, yaitu dengan mengurangi kecemasan dengan cara mendengarkan musik, tertawa, dan meditasi setelah belajar bahasa kedua; meningkatkan kepercayaan diri dengan membuat pernyataan –pernyataan positif, menghargai diri sendiri dalam belajar bahasa kedua; mengatur suhu emosi sendiri dengan berdiskusi dengan rekan ketika mempunyai masalah, berusaha untuk mendengarkan suara tubuh ketika sudah terlalu capek dalam belajar bahasa kedua.
Dengan belajar bahasa kedua baik dengan strategi belajar langsung dan tidak langsung, pembelajar akan dapat belajar bahasa dengan optimal dan dapat berhasil.
Peran ketiga yang mempengaruhi pembelajar dalam belajar bahasa kedua adalah peran guru. Pada jaman dulu, peran guru diharapkan sebagai figur yang ditiru, sebagai orang tua, instruktur, orang yang mengarahkan, hakim, pemimpin, pengevaluasi, pengontrol, atau bahkan sebagai dokter yang wajib bisa menyembuhkan pembelajar dengan segala masalah yang dihadapinya. Pada jaman sekarang, keadaan telah berubah. Menurut Oxford (1990:10), guru memiliki peran sebagai fasilitator, membantu mengarahkan pembelajar, penasehat, koordinator, orang yang memiliki ide, mendiagnosa jika ada masalah dengan pembelajar, dan sebagai komunikator. Dengan demikian, menjadi guru adalah suatu profesi dimana dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif sehingga menghasilkan pembelajar yang memahami arti tentang belajar.
Hal tersebut diatas ditegaskan oleh Nunan (2003:9) bahwa peran guru dalam belajar bahasa kedua adalah sebagai berikut:
  1. Membuat tujuan belajar secara jelas bagi pembelajar.
  2. Membantu pembelajar untuk menetapkan tujuan belajar bahasa.
  3. Meningkatkan pembelajar untuk menggunakan bahasa kedua diluar kelas.
  4. Membantu pembelajar untuk lebih memperhatikan pada saat proses belajar bahasa.
  5. Menunjukkan kepada pembelajar untuk memilih strategi belajar yang tepat bagi mereka.
  6. Memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk menguasai keterampilan berbahasa dan mengajarkan kepada pembelajar lain.
  7. Mengajarkan kepada pembelajar untuk membuat sendiri tugas belajar bahasa kedua.
  8. Memberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memilih berbagai pilihan yang berbeda.
  9. Berkreasi dengan pembelajar dalam mempelajari bahasa kedua melalui penelitian tindakan kelas.
KESIMPULAN
Dari uraian di BAB 2 didapatkan kesimpulan bahwa peran motivasi, strategi belajar, dan peran guru adalah sangat terkait dengan belajar bahasa kedua. Motivasi pelengkap dan motivasi keseluruhan memiliki peran masing-masing bagi pembelajar bahasa kedua sesuai dengan tujuan yang akan dicapai oleh mereka sebagai pelaku aktif dalam proses pembelajaran.
Tidak kalah pentingnya adalah peran strategi belajar bahasa yang terbagi dalam dua kelompok besar yang saling berkaitan. Strategi belajar secara langsung yang mencakup strategi pengingatan, strategi kognisi, dan strategi kompensasi sangat bermanfaat bagi pembelajar bahasa kedua. Sedangkan strategi belajar tidak langsung berhubungan dengan pembelajar disisi aspek metakognisi, perasaan pembelajar, dan strategi sosial. Strategi ini membantu pembelajar untuk lebih mengoptimalkan belajar bahasa kedua sehingga menghasilkan pembelajaran yang optimal pula.
Demikian juga dengan peran guru yang sedikit bergeser dari seorang instruktur menjadi seorang fasilitator, membantu pembelajar jika terdapat masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran, konsultan, pengarah, penasihat, dan juga pencetus ide. Peran guru yang paling utama adalah fokus kepada pembelajar.
Dengan mengoptimalkan motivasi, strategi belajar yang tepat, dan peran guru dalam belajar bahasa kedua, diharapkan akan menghasilkan hasil belajar optimal dan bermanfaat bagi pembelajar.
DAFTAR PUSTAKA
Brown, H. Douglas. 2001. Teaching By Principles. Longman.
Finegan, Edward. 2004. Language, Its Structure and Use. Wadsworth .
Nunan, David. 2003. Practical English Language Teaching. McGraw –Hill.
Oxford, Rebecca l. 1990. Language Learning Strategies. Heinle and Heinle Publisher.
Richards, Jack C ; Renandya, Willy A. 2002. Methodology in Language Teaching. Cambridge University Press.

Ujian Nasional 2008 di SMA Labschool Jakarta



Sejak hari Selasa kemarin SMA Labschool Jakarta, seperti juga SMA-SMA lain di Indonesia, terlihat sangat sepi. Tidak nampak siswa-siswi lalu lalang di jam istirahat, tidak terdengar aktifitas di kelas-kelas, tidak terlihat aktifitas makan siang di kantin. Hanya sepi…

So, what’s up? Rupanya tiga hari ini, tanggal 22-24 April 2008, seluruh siswa-siswi SMA di Indonesia, termasuk siswa-siswi SMA Labschool Jakarta, sedang mengikuti kegiatan Ujian Nasional. Kegiatan tahunan ini selalu ditunggu dengan harap-harap cemas karena dianggap sebagai salah satu poin keberhasilan sekolah dalam membina murid-muridnya. Karenanya kegiatan ini selalu menjadi prioritas utama yang dilakukan dengan standar operasional yang cukup detil dan procedural. Namun tentunya semua ini dilakukan demi keberhasilan pelaksanaan ujian dan keberhasilan para siswa dalam ujian tentunya.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa kegiatan yang menjadi penentu kelulusan ini setiap tahun selalu menjadi momok baik bagi siswa yang bersangkutan, guru, maupun orang tua. Dan kenyataannya Ujian Nasional tahun ini dapat dikatakan lebih menegangkan karena berbeda dengan tahun kemarin yang hanya menguji 3 mata pelajaran, tahun ini para siswa harus mengikuti 6 mata pelajaran yang diujiankan, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Fisika, Kimia dan Biologi untuk jurusan IPA serta Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi untuk IPS. Selain itu, syarat kelulusan tahun ini agak berbeda dari tahun kemarin. Untuk lulus, siswa harus mencapai rata-rata minimal 5,26; atau jika mereka memiliki satu nilai 4, nilai yang lain harus minimal 6 agar mereka dapat lolos dari lubang jarum.

Sudah banyak upaya yang dilakukan oleh sekolah-sekolah untuk mengantisipasi kejadian terburuk,mulai dari disusunnya jadwal khusus 6 mata pelajaran, Try Out Ujian Nasional dilakukan berkali-kali di kelas, hingga berpartisipasi dalam kegiatan Try Out yang diadakan oleh Dikmenti. Belum cukup dengan jadwal khusus dan Try Out, para siswa mengikuti kelas tambahan di sore hari, baik dengan lembaga bimbingan belajar maupun dengan guru masing-masing.

Tapi apakah semua usaha dan kerja keras ini akan mendatangkan hasil seperti yang diharapkan? Semuanya tinggal kita kembalikan kepada Allah Azza wa Jalla, Yang Maha Berkehendak pemilik segala ketentuan. Karena manusia hanyalah berusaha dan berdoa dan kemudian menyerahkan hasil akhir kepadaNya. Semoga Allah meridhai usaha kita dan menjawab doa-doa kita dengan kelulusan 100% dalam Ujian Nasional tahun ini. Amin. (Ira Fasa)